Home / Aceh / Headline / Politik

Kamis, 18 Januari 2024 - 10:07 WIB

Mahasiswa Aceh Tenggara Susun Langkah Taktis, Seret Mafia Aset ke Meja Hijau

Banda Aceh Kamis, 18 Januari 2024. | Sejumlah Mahasiswa Asal Aceh Tenggara di Banda Aceh Mengatakan Akan seret Mafia Tanah di Bumi Sepakat Segenep ke Meja Hijau.

Bagi oknum pejabat Pemerintahan di kabupaten Aceh Tenggara yang terlibat menggelapkan aset pemerintah berupa aset tetap tanah dan bangunan serta juga aset yang bergerak berupa mobil dinas.

“Kami mengajak seluruh rekan Mahasiswa dan masyarakat umum untuk menguliti dan bersama-sama mengawal kasus dugaan penggelapan aset pemerintah sampai ke pengadilan ” ucap perwakilan kelompok mahasiswa yang tak mau di sebut namanya.

Bukan tanpa sebab sekelompok mahasiswa ini marah dengan oknum pejabat yang menyeleweng kan aset milik pemerintah menjadi milik pribadi serta mengambil keuntungan dengan cara yang tidak sah.

“Kami sedang menyusun langkah yang taktis untuk mengungkapkan mafia tanah di Aceh Tenggara, mungkin membutuhkan estimasi waktu yang cukup banyak untuk memastikan kebenaran dugaan kami, hal ini kami peroleh data dari lembaran negara yang resmi dan dapat di jamin keabsahannya, sehingga nanti para pejabat pemerintahan yang terbukti melakukan perbuatan melanggar hukum kami pasti akan mengawal kasus ini sampai ke pengadilan hingga yang bersangkutan menjalani proses hukum dengan penuh” ucap nya dengan tegas sekaligus menyerukan kepada masyarakat Aceh tenggara untuk membersamai gerakan ini.

Sekelompok Mahasiswa ini juga akan memberikan Social punishment yang berat bagi pelaku mafia tanah, karena telah merugikan negaradan mengambil keuntungan dengan cara yang tidak sah.

“Coba kita pikirkan dengan baik, ada aset pemerintah berupah tanah yang terletak di seluruh kabupaten Aceh Tenggara namun tidak memiliki sertifikat mulai dari tahun 1980 an sampai dengan saat ini, ini merupakan bentuk kesengajaan oknum pemerintahan agar bisa mengambil keuntungan dengan bermodalkan jabatan di pemerintahan ” pungkas Mahasiswa itu.

Kemudian Mahasiswa itu menjelaskan beberapa modus untuk mendapatkan keuntungan dari tanah milik pemerintah yang belum disertifikatkan “nakar aja lah kita dalam permainan seperti ini, sengaja tanah itu tidak diberikan sertifikat nya kemudian sengaja di diamkan agar pejabat yang bersangkutan bisa menyewakan kepada pihak ketiga dan mengantongi secara pribadi hasil nya, kegunaan pihak ketiga untuk menyewa bermacam macam ada untuk lahan bertani dan ada juga yang dijadikan kolam ikan bahkan lebih parahnya ada oknum pejabat yang berani menjual nya kepada masyarakat” dengan lugas disampaikan Mahasiswa itu.

Sekelompok Mahasiswa ini akan Melakukan kajian secara komprehensif dan melakukan aksi demonstrasi ke Kajati Aceh, Polda dan BPKP serta membuat laporan khusus kepada APH untuk hall ini di proses dengan baik dan benar. (Agus) sumber; Sadikin

Share :

Baca Juga

Aceh

Portaldatiga.com Silaturahmi Dengan Kapolres Gayo Lues

Aceh

Dalam Rangka Hari Jadi ke-72 Humas Polri, Polres Gayo Lues Laksanakan Penghijauan Penanaman Pohon 

Aceh

Polsek Kota Panjang Adakan Jumat Curhat, Masyarakat Minta Penjual Poa Murah Ditertibkan

Aceh

DPC Demokrat Aceh Tengah Gelar Bukber Bersama Pengurus

Aceh

Polsek Putri Betung Adakan Sosialisasi Hukum Saber Pungli

Headline

Kabar MA Bakal Kabulkan PK KSP Moeldoko, SBY ke Kader Demokrat: Jika Keadilan tak Datang, Kita Berhak Memperjuangkannya

Aceh

Jajaran Polres Gayo Lues laksanakan Ngopi Sinergitas Tni-Polri Bareng Menuju Gayo Lues Aman dan Nyaman

Aceh

Dalam kegiatan Jum’at Curhat bersama Kapolres Gayo Lues kali ini, Dandim 0113/GL dan unsur Forkompinda berikan ijin berjualan kepada masyarakat di lapangan Pancasila pada bulan ramadhan