Home / Aceh / Headline

Kamis, 8 Februari 2024 - 23:55 WIB

King dan Queen FTV, Qausar dan Masayu Bawa Pulang Si Kembar Pulang ke Aceh

Portal Datiga – Artis Nasional King dan Queen FTV  Qausar Harta Yudana dan Masayu Clara bawa si kembar pulang ke Aceh sekaligus Tueng Dara Baro sebagai bentuk kencintaan terhadap adat dan budaya Aceh, Jum’at (09/02/2024).

Setelah tertunda hampir satu tahun lebih akhirnya King dan Queen FTV Qausar Harta Yudana dan Masayu Clara bisa melaksanakan tradisi adat dan budaya Aceh yang di sebut Tueng Dara Baro dalam hal ini yang paling special bisa melaksanakanya dengan kehadiran si kembar (Lam & Vee) buah hati mereka.

Masayu Clara menyampaikan sangat senang bisa datang ke Aceh apalagi ini kali pertamanya dia datang ke Aceh, bertemu dengan keluarga yang ada di Aceh antusias keramahan warga Aceh sangat luar biasa.

Qausar sebagai caleg DPR RI dari partai PSI dapil  1 mengatakan kami baru saja roadshownya keliling kota kampanye dan  Banda Aceh sebagai penghujung kampanye.

“Kebetulan beberapa hari lagi sudah menjadi minggu tenang pas banget kita sekalian melaksanakan acara adat tueng dara baro sebagai do’a menuju kesenayan aamiin,”, Ujarnya.

Tueng Dara Baro, salah satu rangkaian perkawinan atau dalam bahasa Indonesia, disebut nerima pengantin perempuan. Prosesi ini dilakukan setelah Intat Linto Baro atau mengantar pengantin laki-laki ke kediaman mempelai wanita.

Proses antar pengantin, keluarga mempelai wanita mereka wajib membawa seserahan balasan, seperti kue benulang, semah matuan dan temetek dan semua seserahan juga di tutup dengan kain kasab.

Ketika sudah sampai didepan rumah pengantin pria, rombongan di sambut dan dijemput oleh keluarga linto, keluarga mempelai pria membawa cerana sirih dan payung khas aceh. Kemudian dara baro di peusijuek dan dituntun menuju pelaminan, lalu kedua keluarga pengantin melakukan makan bersama, Setelah makan bersama kedua mempelai di peusijuek oleh para ibu.

Peusijuek adalah ritual untuk memohon keselamatan, ketentraman dan kebahagiaan dalam kehidupan rumah tangga.

Qausar mengatakan kami merasa kalau belum melakukan Tueng Dara Baro seperti ada yang kurang walaupun sudah mempunyai anak. karena saudara- saudara sudah pada nunggu di aceh, acara ini kan acara yang sangat sakral ada pesiejuk kalau belum di terima secara adat terasa seperti belum sah, setelah melaksanakannya kami merasa bahagia dan sangat senang.

Qausar menyampaikan ini adalah salah satu bukti kecintaan kami terhadap adat budaya Aceh, kami berharapan  tradisi adat ini selalu di lestarikan kalau bisa sampai ke manca negara, kita kawatir seiring berkembangnya jaman sedikit demi sedikit adat dan budaya itu bisa tertinggal jika tidak kita lestarikan, kami sangat senang bisa melaksanakan Tueng Dara Baro.

Qausar mengatakan Pemilihan tanggal 8 karena bertepatan dengan isra miraj yang mana menadakan peristiwa yang sangat bersejarah dalam kehidupan manusia dipermukaan bumi ini, peristiwa perjalanan Rasulullah SAW.

Awg

Share :

Baca Juga

Aceh

Polsek Pining Bersama Koramil 05 Pining Laksanakan Patroli Terpadu Menjelang Pemilu Serentak 2024 

Aceh

Warga Tungel Baru Temukan Mayat Perempuan di Aliran Sungai Krueng Tripa Gayo Lues

Aceh

Unit Resmob Satreskrim Polres Gayo Lues Tangkap Pelaku Tindak Pidana Pencurian Sepeda Motor

Gayo Lues

Sengketa Lahan Pinus, Warga Kute Panjang Dibacok Hingga Kritis

Headline

Sekber Koalisi KIB Pendukung Anies Dorong Percepatan Deklarasi, AHY Prioritas Cawapres

Aceh

Polisi RW Dampingi Warga Terima Bantuan Langsung Tunai di Dusun Tue Desa Pertik (Pining) 

Aceh

Masyarakat/Jamaah Tarawih di Mesjid Almujahirin Kampung Jawa kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues ikuti Jum’at Tarawih Curhat bersama Kapolres Gayo Lues

Aceh

Asraf mahasiswa Universitas Gajah Putih Takengon (UGP) menghimbau agar mahasiswa tetap melaksanakan wisuda