Gayo Lues- Manager Sepak Bola Kampung Jawa, Hardi sebut Kongres Luar Biasa ASKAB PSSI Gayo Lues cacat hukum dan tidak memiliki dasar yang jelas.

Hardi menjelaskan, sepengetahuannya Kongres Luar Biasa muncul dalam organisasi ketika pimpinan atau ketua lama sudah tidak bisa menjalankan tugas dan fungsinya sebelum habis masa priode jabatannya.

“Sementara untuk kongres ini, yang ikut mencalonkan diri Ketua lama juga, jadi kalau seandainya ketua lama ikut, kan lebih baik lanjutkan saja priode kepemimpannya, untuk apa diadakan Kongres Luara Biasa, urgensinya di mana kongres ini?”, Ujarnya didampingi Manager Penampaan Uken, Ustadz Jhon dan sejumlah Manager Sepak Bola lainnya, Minggu (20/10).

Ia melanjutkan, tahapan Kongres banyak dilanggar, salah satunya dalam Statuta PSSI pada pasal 34 poin 3 dan 4 mengharuskan pemberitahuan kongres dilakukan selama 30 hari sebelum diadakan KLB, tapi faktanya hari ini hanya dilakukan 3 hari.

“Kemudian tidak ada alasan yang mendesak dari Komite Eksekutif yang mewajibkan untuk diadakannya Kongres Luar Biasa, apa alasanya kami pun tidak tahu”,Ungkapnya.

Ia mengatakan, untuk masalah undangan kongres KLB pun bermasalah, semestinya katanya, undangan bukan Ketua ASKAB saat ini yang mengundang, tapi atas nama Komite Pemilihan yang ditunjuk Asprov PSSI.

Selain itu katanya, setelah mereka konfirmasi tiga dari lima anggota Eksekutif Komite tidak mengakui menandatangani surat pengajuan Kongres Luar Biasa kepada ASKAB PSSI.

“Kita berharap kongres luar biasa ditunda, cukup lanjutkan Ketua ASKAB hari ini, kalau pun dipaksakan, Ketua hari ini tidak bisa ikut mencalon diri, karena seharusnya, munculnya kongres luar biasa salah satu penyebabnya Ketua lama tidak bisa melanjutkan priodenya,”, tandasnya.

(Awg)