Sejarah Budaya Gayo “Pepongoten”
Pepongoten merupakan ratappan seorang wanita yang bersiap menikah dengan pria dari orang berbeda tujuan penelitian ini untuk mengetahui profesi pongot dalam acara pernikahhan, mengetahui nilai nilai yang terkandung dalam syair pongot dalam acara sinte mungerje (pernikahhan)dalam masyarakat Gayo Lues dan macam macam pongot dan artinya metode penelitian yaitu metode deskriftif dan kualitatif.
Pongot yang biasa ya dilakukan oleh inen mayak (pengantin ) itu sendiri tapi sayang ya sekarang pongot sudah tidak di syair kan oleh pengantin dan orang tuanya tetapi sekarang kebayakkan sudah di bayar seniman untuk me nyairkan pepongotten sebangai nasehat kepada inen mayak (pengantin perempuan) dan aman mayak (pengantin laki laki).
Abstract
Pepongoten is the lamentation of a woman preparing to marry a man from a different person. The purpose of this research is to (1) understand the profession of pongot in the wedding ceremony, (2) understand the values contained in the syair pongot in the sinte mungerje (wedding) ceremony in the Gayo Lues community, and the various types and meanings of pongot. The research method used is descriptive and qualitative. Pongot, which was usually performed by inen mayak (the bride herself), is now rarely sung by the bride and her parents. Nowadays, it is mostly sung by artists to deliver pepongoten in the form of advice to inen mayak (the bride) and aman mayak (the groom).

Suku Gayo merupakan suku yang mendiami dataran tinggi gayo yang terletak antara hamparan bukit barisan.
Memiliki topografi bervarisi dan bergunung gunung sehingga wilayah ini disebut sebangai dataran tinggi Gayo. Wilayah ini meliputi Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues.
Pepengoten terkadang sering di sebut “sebuku”adalah salah satu bentuk karya sastra tradisional khas etnis gayo yang berupa sebuah puisi berasal dari kabupaten gayo lues khusus yaitu (Blangkejeren) karya sastra ini secara umum biasaya memiliki tema yang menganggat mengenai kesedihhan.
Pongot adalah tradisi penyampaian atau keluh kesah ,khususnya oleh kaum wanita, yang disampaikan dengan kata kata dalam bentuk prosa liris . Pongot berfungsi sebangai media kamonikasi, eksperesi,dan perasaan.
Pongot adalah ratapan seorang wanita yang telah siap menikah dengan pria sebangai tradisi yang telah di kembangkan dari waktu ke waktu, tapi sayangya tradisi pongot mulai menggalami penurunan dan bahkan ada yang menggagapya hampir hilang di beberapa daerah.
Pongot sering dilakukan mempelai wanita di antar menuju rumah mempelai pria ,atau saat pengantin meninggalkan rumahnya pongot dalam konteks pernikahhan berfungsi sebangai ungkapan kesedihhan karna ditinggal putri, serta sebagai sarana untuk menyampaikan nasehat dan harapan untuk masa depan pernikahan. Namun sangat disesali bahwa tradisi ini hampir hilang di gayo lues sendiri.
Abdul Rajak ketua panitia kegiatan penggelaran pongot menyampaikan bahwa pongot yang biasanya dilakukan oleh mempelai wanita tapi kini malah dilakukan oleh seniman yang di bayar.
Padahal pongot adalah sarana penyampaian pesan yang harusnya di sampaikan oleh orang tua mempelai dan dirinya sendiri.
Dalam upayanya menjaga keberlangsungan budaya suku gayo, pemerintah kabupaten Gayo Lues bersama dengan kementrian pendidikan, kebudayaan, riset, dan teknologi gelar perlombaan pongot untuk tingkat SMP dan SMA.

Pertunjukan yang di saksikan langsung oleh wakil bupati Gayo Lues berjalan dengan penuh haru, penontoan yang turut menyaksikan penampilan para peserta dan mengharapkan kegiatan ini di iringi dengan tumbuhnya kesadaran para generasi muda akan pentingnya menjaga nilai dan keberlangsungan budaya gayo terkhususnya pongot.
Penelitian ini dilakukan di kabupaten gayo lues.jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriftif. Menurut moleong pendekattan deskriftif merupakan metode penelitian yang hasil data yang di kumpulkan dalam bentuk kata kata bukan dalam bentuk angka.
Objek penelitian adalah makna kalimat pongot pada acara sinte mungerje dalam masyarakat gayo lues. Sabjek penelitian masyarakat kampong. Yang dipilih secara acak yang menjadi nara sumber untuk memberikan data.
Teknik pengumpulan data yang dignakan yaitu wawancara dan dukomentasi. Teknik analilis data adalah proses pencarian dan pengorganisasian secara sistematis hasil pengamatan, wawancara, dan temuan lain untuk meningkatkan pemahaman peniliti terhadap kasus yang dihadapi dan menyajikan temuan tersebut pada orang lain.
Menurut miles dan huberman dalam mengkategorikan analisis data menjadi tiga kegiatan yang dilakukan secara bersamaan,kegiatan tersebut meliputi redupsi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pongot merupakan salah satu tradisi dalam masyarakat gayo. Asal tradisi pongot bermula dari reje (Raja) gayo diantaraya reje bukit, reje gele,reje rema, dan reje kemala.
Dengan kata kata yang di tuturkan :
Terbit nie edet bak kute merhum terbit nie ukum bak syiah kuala,silintang batak si bujur aceh, panglinang 2×7 pengasuh 2×8
Makna kata kata diatas adat gayo berasal dari aceh dan terbitnya hukum berasal dari syiah kuala.kemudian perbatassan diantara daerah Gayo dan daerah suku lainya sudah ditetapkan,da nada 14 adat sudah di atur kemudian ada 20 adat,dibuang 4 tinggal 16 adat 4 adat yang di buang adalah adat yang bertengtangan dengan agama salah satunya pongot jema meningggal(menangissi orang meninggal) dari 16 adat yang terpilih salah satunya adalah pongot.
Awal mula pongot dilakukan ketika anak laki laki dari reje rema bernama merah jernang akan dinikahkan dengan anak perempuan reje gele yang bernama siti hajar.karna siti hajar akan di nikahkan menjadi inen mayak (pengantin perempuan) dan akan memulai kehiduppan baru dan meninggalkan orang tua, saudara, dan teman temanya.
Jika anak perempuan sudah menikah maka tidak ada lagin hak untuk mengurus pihak dari keluarga dari pihaknya dia harus pokos mengurus rumah tangga barunya dan keluarga barunya sehingga siti hajar melepaskan pesan dan kesan kepada orang tuanya melalui tangissan yang di sebut pongot.
Dari sinilah tradisi pongot dalam masyarakat gayo masih berlaku sampai sekarang .pelaku pongot dilakukan oleh inen mayak sendiri (pengantin perempuan).
Peponggoten sudah ada sejak dahulu ditanoh Gayo dan masa nenek moyang .sehingga dapat dikatakan bahwa pepongoten dikatakan bahwa pepongotten merupakan syair yang sudah disusun sedemikian rupa,dengan mengunakan bahasa gayo zemen (zaman dahulu). Melalui lantunan syair terdapat 5 prosesi pongot diantaranya:
1. pongot man pasir( muda mudi)
Pongot ini dilakukan pada malam hari sebelum pernikahan dilaksankan besoknya, pada mala mini teman inen mayak pengantin perempuan) baik teman peremopuan maupun laki-laki berkumpul dirumah inen mayak ( pengantin perempuan ) kemudian inen mayak akan melaksankan pongot kepada kawan-kawanya.
2. pongot berguru
Dimana orang tua wali mengumpulkan orang tua sebelum pengantin naik ke pelaminnan, bawasannya orang tua menyerahkan pengantin tersebut kepada bapak gecik dan bapak imem, yaitu untuk mengetahui bahwa pengantin akan di serahkan kepada pihak laki-laki atau aman mayak. Disitulah pepongoten dilantunkan dengan syair yang sangat sedih karna syair menceritan tentang kisah pengantin dari kecil sampai besarnya, dan disulah penyair mengasih nasehat kepada seorang pengantin melalui pepongoten tersebut.
3. pongot mah beru
Pongot mah beru yaitu ketika inen mayak(pengantin perempuan) akan diantarkan ke rumah pengantin laki-laki Dan disulah ibu, makyu akan menangisi pengantin perempuan tersebut, karena inen mayak tidak boleh seperti biasa lagi dan orang tua juga memberikan nasehat agar menjaga rumah tangga nya dan menjaga tutur sapa yang baik karna pengantin perempuan tidak lagi seperti anak gadis lainnya.
KESIMPULAN
Pongot dalam sinte mungerje(pernikahhan) dalam masyarakat gayo lues dapat diartikan sebangai kesedihhan,tangissan atau ratappan, atau pun amanah.
Pongot ini dilakukan oleh inen mayak (pengantin perempuan) karna menikah dengan laki laki sendiri, semua professi pongot memiliki makna yang sangat dapat dijadikan pelajarran untuk inen mayak (pengantin perempuan)dan aman mayak (pengantin laki laki). Pongot memiliki nilai yang dapat di jadikan pembelajaran diantaranya nilai agama ,nilai social,nilai kesatuan,nilai janji,nilai berpikir positif,nilai bersyukur,dan nilai pendidikkan .
Tulisan: Kasmiliana Sari
Pendidikan Agama Islam, IAIN Takengon
e-mail: lianasari50367@gmail.com
DAFTAR PUSTAKA
Amelia, (2020) analisis nilai moral dalam syair pongot pada pernikahhan masyarakat gayo lues (skripsi Universitas islam negeri ar-raniry)
Fernado R (2020) pepongotten balai aceh kemikdup.
Melani,S. (2021) pesan pesan dakwah yang terkandung dalam syair peponggotten pada acara pernikahhan adat gayo,skripsi fakultas dakwah dan kamonikasi ,universitas islam negeri Ar-raniy daruussalam banda aceh.
Jurna Safrijal pendidikkan geografi universitas syiah kuala

Tinggalkan Balasan