Semangat Belajar Siswa di Gayo Lues Terganjal Krisis Mobiler, Pemkab Bersiap ‘Jemput Bola’ ke Pusat
BLANGKEJEREN — Antusiasme para murid dan tenaga pendidik di Negeri Seribu Bukit, Kabupaten Gayo Lues, untuk memajukan mutu pendidikan harus berhadapan dengan kondisi prihatin di lapangan. Sejumlah sekolah dasar hingga menengah pertama dilaporkan mengalami krisis sarana dan prasarana dasar, yakni keterbatasan meja dan kursi belajar (mobiler) yang sangat mendesak.
Berdasarkan investigasi dan pantauan Media di lapangan, keluhan ini merata di sejumlah sekolah lintas kecamatan. Antara lain terjadi di SDN 1 Blangkejeren, SDN 3 Kute Ujung, SMPN 1 Blangkejeren, SDN 7 Kute Panjang, hingga SDN 8 Kute Panjang.
Tak hanya di pusat pemukiman, kondisi serupa melanda kawasan pelosok. Di SDN 07 Desa Berhut, Kecamatan Terangun, keterbatasan fasilitas ini dirasakan makin memprihatinkan. Bahkan ruang kepala sekolah pun tidak dilengkapi fasilitas meja kerja yang memadai.
Ketua Komite SDN 07 Desa Berhut, Indra, kepada media ini mengungkapkan bahwa krisis sarana ini berdampak langsung pada kenyamanan proses belajar mengajar anak-anak di desa.
“Anak-anak kami memiliki tekad dan semangat belajar yang sangat tinggi. Namun, bagaimana proses transfer ilmu bisa maksimal jika sarana paling dasar seperti meja dan kursi saja sangat terbatas? Kami sangat berharap ada perhatian dan solusi konkret,” tutur Indra, saat dikonfirmasi.
Menariknya, sekolah-sekolah yang mengalami kekurangan fasilitas vital ini berada di luar area terdampak bencana alam. Artinya, ketersediaan mobiler di lokasi tersebut murni membutuhkan peremajaan dan penambahan alokasi secara reguler.

Menanggapi fakta yang dihimpun, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gayo Lues, Salid, S.Pd., M.M., memberikan penjelasan resmi saat ditemui di ruang kerjanya, didampingi Kabid Pendidikan Efendi Ilyas dan Kabid Sarpras Said Sala.
Salid tak menampik fakta masih adanya sekolah di wilayahnya yang mengalami kekurangan fasilitas pendukung belajar. Pihaknya mengapresiasi kontrol sosial dari masyarakat dan media yang ikut mengawal kondisi pendidikan di daerah.
“Pemerintah Kabupaten Gayo Lues di bawah arahan Bupati sangat berkomitmen memenuhi sarana belajar ini. Sebagian sekolah sudah berhasil kita intervensi melalui anggaran yang ada pada tahun-tahun sebelumnya. Namun, harus kita akui alokasi anggaran memang memiliki keterbatasan untuk menjangkau seluruhnya secara serentak,” jelas Salid.
Lebih lanjut, Salid menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam kepada Kementerian Pendidikan yang selama ini konsisten mengucurkan pelbagai program bantuan ke Kabupaten Gayo Lues.
Untuk menuntaskan sisa sekolah yang belum terjangkau, Pemkab Gayo Lues siap bergerak cepat membawa data lapangan ini ke tingkat nasional.
“Bupati Gayo Lues bersama Dinas Pendidikan akan menjadwalkan audiensi dan berkordinasi langsung ke Kementerian Pendidikan. Kami membawa data objektif ini agar pemerintah pusat dapat melihat langsung kebutuhan mendesak anak-anak kita di Gayo Lues. Kami optimistis Kementerian akan memberikan respon positif dan mengalokasikan bantuan pemenuhan mobiler ini,” pungkas Kadisdik.
Awg

Tinggalkan Balasan