Gaza – Israel kembali melancarkan serangan udara dan artileri ke Jalur Gaza pada Selasa (18/3/2025) pagi waktu setempat. Serangan yang dilancarkan secara masif ini menyebabkan ratusan warga Palestina tewas dan terluka.Menurut laporan dari Kementerian Kesehatan Palestina yang dilansir oleh CNN, sedikitnya 210 orang tewas akibat serangan tersebut. Ratusan lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dan saat ini sedang mendapatkan perawatan di rumah sakit-rumah sakit yang kewalahan.
Serangan Israel kali ini menghantam berbagai wilayah di Jalur Gaza, dari utara hingga selatan. Beberapa laporan menyebutkan bahwa serangan udara menargetkan bangunan-bangunan tempat tinggal, fasilitas umum, dan infrastruktur penting lainnya.
Duta Besar Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Danny Danon, dalam pernyataannya mengatakan bahwa serangan ini merupakan respons terhadap “aksi teror” yang dilakukan oleh kelompok-kelompok militan di Gaza. Ia menegaskan bahwa Israel memiliki hak untuk membela diri dan akan terus mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi warganya.
“Kami tidak akan mentolerir serangan roket dan provokasi dari Gaza. Dunia harus memahami bahwa Israel bertindak untuk melindungi diri dan warganya,” ujar Danon.
Serangan ini kembali memicu kecaman dari berbagai pihak di dunia internasional. Banyak negara dan organisasi internasional menyerukan agar kedua belah pihak segera menghentikan eskalasi kekerasan dan kembali ke meja perundingan.
Situasi di Jalur Gaza saat ini sangat tegang dan tidak stabil. Para pengamat khawatir bahwa eskalasi kekerasan ini dapat berujung pada konflik yang lebih luas dan memakan lebih banyak korban jiwa.