Orang Gayo mempunyai beberapa alat musik tradisional dengan cara pemakaiannya yang berbeda-beda, dan alat musik ini sering digunakan dalam upacara, festival, dan pertunjukkan seni, dengan
teknik pembuatannya yang khas dari bahan alami yang ada di sekitar lingkungan hidup seperti:

1. Teganing, dibuat dari seruas bambu tua dengan mencungkil kulit bambu itu sebagai senaar dan memukul-mukulnya dengan tongkat kecil dari belahan bambu. Pada sisi sebelah kiri bambu itu dikuakkan dan dipukul dengan telapak tangan kiri yang berfungsi sebgai gendang (gegedem).

2. Bensi, adalah instrument tiup dibuat dari seruas bambu kecil bernama ines seperti suling.

3. Serune, juga instrument tiup yang dibuat dari akar kayu atau bambu berbentuk terompet yang dibunyikan sendiri puluhan menit dengan tarikan napas silih berganti vocal sesuai irama lagu yang dimainkan.

4. Gegedem, dibuat dari kulit binatang yang sangat kering dan tipis, diikat dengan jalinan
yang indah pada lingkaran kulit kayu yang khusus untuk itu. Instrument ini dipukul dengan dua tangan perempuan secara bertingkah yang diletakkan di lambung sebelah kiri atau di atas lipatan kaki yang membunyikannya.

5. Repana, sama dengan gegedem, tetapi repana berukuran lebih kecil dari gegedem, untuk mengiringi instrument canang.

6. Canang, memong dan gong dibuat dari besi, merupakan seperangkat instrument music terdiri dari beberapa buah canang, sebuah memong dan sebuah gong. Cara
membunyikannya dengan menggunakan alat pemukul khusus. Canang berukuran sedang lebih sering dibunyikan, memong mengiringi canang dan gong bunyinya lebih besar dan dibunyikan sesekali kali untuk menyelingi bunyi canang dan memong.

7. Gemang, berupakan instrument music yang lebih maju dari yang lainnya.

8. Genggong, dibuat dari besi, menyembunyikannya dengan memasukkannya ke dalam mulut dan memetik bagian luarnya dengan tangan kanan, sehingga berbunyi secara teratur.

9. Gerantng, artinya kalung kerbau, diciptakan oleh syeh kilang, Drs A.Muse, Haroen Ugaty, A.R.Hakim Aman pinan dan gerup music pekan Kebudayaan Aceh ke-3 tahun 1974 dari Aceh Tengah. Instrument ini dibuat dari kayu, ditengahnya tergantung sebuah anak kayu.

Cara menyembunyikannya dengan menggerakkan kayu dan anaknya secara teratursehingga menghasilkan irama yang merdu.

Itulah beberapa instrumen musik yang mengiringi seni vocal gayo dalam berbagai macam lagu.

Oleh : Mahasiswi Fakultas Tarbiyah Iain Takengon, Ratna Julianti, Prodi/semester : PAI/2, Mata Kuliah, : Studi Literatur Budaya Gayo, Dosen Pembimbing : Dr. Al Musanna M,Ag