GELAP SEBELUM DATANG TERANG
Teruntuk masalalu yang namanya pernah ku sebut dalam doa
Hai masalalu yang dulu namanya selalu ku sebut dalam doaku. Apa kabar? Ku harap kamu selalu sehat dan hidup berbahagia. Sedikit ku ceritakan tentangku yang belajar hidup tampa adanya kamu di hidupku. Banyak sekali yang sudah terjadi ya… hal-hal yang aku anggap tidak pernah mungkin untuk aku rasakan, nyatanya detik ini sudah aku lewati semuanya dengan sangat baik. Apakah kamu tau, senyuman yang selama ini tersungging di bibirku menyiratkan rasa sakit dan pahit yang amat dalam. Aku terus menyalahkan diriku atas semua luka yang aku pikul sendiri. Apakah kamu tau, separuh jiwaku yang kamu bawa pergi menjadi dinding yang sangat tinggi untuk seseorang bisa menggapaiku dan sampai pada akhirnya ada manusia yang berusaha dan berhasil menghancurkan dinding itu. Taukah kamu tahun ini lebih berat dari tahun-tahun sebelumnya ya… aku di uji dari berbagai aspek kehidupan. Tapi meskipun banyak air mata yang tumpah, banyak keluhan atas rasa sakitku, banyaknya ketidak sanggupanku, nyatanya baru di tahun ini aku melihat sosok terkuat, tersabar,terikhlas dalam hidupku. Hal-hal yang dulu aku mikirnya nggak bakal mampu buat aku lewati, ternyata aku bisa melewati hal-hal yang lebih besar dari yang aku takutkan sebelumnya. Walaupun aku pernah mikir, bagaimana caranya aku menjalankan hari esok? Tapi ternyata aku kuat. Aku memberikan apresiasi dan rasa terimaksih untuk diriku sendiri karna sudah hebat menjalani semuanya dengan baik, aku bisa melewati semuanya satu persatu, aku nggak lari, aku menikmati semua rasa yang ada. Terimakasih ya sudah memberikanku banyak sekali pelajaran dan makna dalam hidupku. Terimakasih sudah mengajarkan banyak hal untukku. Aku tidak membencimu, karna membenci seseorang dalam hidup hanya akan terus mempersulit langkahku. Terimakasih karna sudah mendedikasikan hidupmu dan memberikan rasa cinta serta rasa kasih untukku. Perjalananku kedepan pasti akan lebih sulit lagi, tapi semoga aku bisa menjalaninya dengan lebih baik bersama orang terkasihku. Aku tidak akan pernah menyesal karna sudah mengenalmu, karnamu aku banyak mengerti tentang pelajaran hidup, tentang rasa ikhlas dan tentang memaafkan. Aku tidak tahu kehidupan kedepan akan seperti apa, tapi tolong doakan aku bisa berbahagia dengan orang-orang terkasih di sekitarku, melewati part-part yang bahagia. Akupun mendoakanmu agar kehidupanmu kedepan akan jauh lebih baik lagi bersama orang-orang baik di sekelilingmu dan semoga tercapai semua mimpi dan cita cita yang pernah kamu ceritakan padaku dulu serta banyak doa-doa lain yang aku langitkan
Mungkin tulisan ini tidak akan tersampaikan kepadamu tapi semoga semua doa ini bisa tersampaikan kepada tuhan.
2017 – 2024
7 tahun yang tidak mudah
-TD-
Terlepas dari siapa yang bersalah,
Tapi aku memutuskan untuk berhenti disini saja.
Kita hanya dua orang yang gagal untuk memahami satu sama lain.
Meski pada akhirnya kita tidak bersama,
Setidaknya semesta pernah menjadi saksi
Betapa bahagianya kita ketika saat bersama.
-TD-
Setidaknya aku tidak gagal dalam menemanimu
di masa sulitmu kemarin,
meski itu bukan hal yang berarti bagimu,
tapi percayalah aku habis-habisan demi terus bersamamu kala itu
-TD-
Pada tanggal 28 Maret 2024 hubunganku denganmu selesai dengan pertimbangan yang masih belum matang, banyak sekali andai-andai yang kutakutkan di saat itu. Dinding kamarku menjadi saksi betapa sakitnya tangisanku di sore itu. Air mataku mengalir begitu deras sampai dadaku terasa panas dan juga sesak. Rasa sesak itu seperti mencekik leherku sampai tidak terasa waktupun berlalu. Saat malam datang ibundaku datang menghampiriku, beliau duduk di ujung tempat tidurku, beliau melihatku meringkuk sambil menangis sesegukan di pinggir Kasur tempat aku berbaring,di saat itu beliau memanggil namaku dengan lembut dan mencoba memberiku sedikit pendapatnya mengapa semua ini harus di akhiri. Beliau menjelaskan kata demi kata yang ringan agar mudah untuk aku mengerti kala itu. Di sepanjang pembicaraan itu, aku mendengarkan kalimat-kalimat yang beliau sampaikan kepadaku. Meski sakit tapi aku mencoba menerima semua pendapatnya dan mengiyakan semua perkataannya.
Dering handphoneku terus berbunyi aku tau itu semua pesan darimu, pesan maaf dan permohonan agar aku tidak meninggalkanmu. Semakin pecah tangisku melihat isi pesan itu tapi aku mencoba tegar dan membalas setiap pesan yang kamu kirim itu. Kamu menceritakan semua kronologinya bait demi bait dan kamu juga menceritakan betapa bahagianya waktu yang sudah kita lewati bersama. Kamu bertanya mengapa aku tega menggakhiri ini sepihak. Tapi apa gunanya kamu menjelaskan itu ibrat nasi sudah menjadi bubur, semua yang sudah terjadi tidak bisa di ulang kembali. Sering kali aku memintamu untuk memperbaiki semuanya tapi kamu tidak kunjung memperbaikinya, kamu hanya memikirkan tentangmu sampai pada akhirnya kamu yang harus kehilangan aku. Setelah itu ku tutup pembahasan tentang kita dan mencoba tidur. Tak terasa pagi menyambutku dengan langit yang mendung seakan alam tau apa isi hatiku. Saat membuka mata ku tela’ah apa yang sudah terjadi kemarin berharap itu semua hanya mimpi tapi semua itu hanya harapan pahit dan kenyataannya hubungan yang sudah ku jalin selama kurang lebih tujuh tahun sudah berakhir. Pacah lagi tangisku pagi itu, aku berfikir betapa sia-sianya waktu yang sudah aku lewati selama ini dan bertanya-tanya kepada tuhan “mengapa engkau mengambil semua orang yang aku cintai” sekeras apapun aku memikirkannya aku belum bisa menemukan jawabannya.
Pada tanggal 30 Maret 2024 adalah tanggal 30 pertama aku tidak merayakan apa-apa. Padahal biasanya setiap tanggal 30 kita sama-sama merayakan tanggal dimana cinta kita bersemi. Rasanya sedih sekali, perasaanku hancur karna separuh jiwaku sudah hilang. Di saat aku berada di tengah keramaianpun aku tetap merasa sepi seolah aku sedang sendirian. Apapun yang aku kerjakan rasanya seperti menginjakkan kaki pada duri. Aku tetap mencoba tegar dan ikhlas atas semua yang sudah terjadi. Aku percaya tuhan memiliki cerita yang lebih indah di depan sana. Doaku di tanggal 30 terakhir adalah “semoga setelah ini kamu dan aku bisa menjadi versi yang lebih baik lagi dan sama-sama mendapatkan cinta yang setara di kemudian hari” meskin dengan terluka tapi aku sungguh-sungguh mendoakan yang terbaik untukmu sekarang maupun di kemudian hari nanti. Jadilah manusia yang berguna untuk banyak manusia lain
Aku meyakini bahwa setiap pertemuan selalu memiliki arti tersendiri,
Sekalipun ada perpisahan setelahnya
Coba mengertilah apapun yang tidak di takdirkan untumu
Pasti akan pergi meninggalkanmu
-TD-
SAAT INI YANG TERJADI PADA KITA ITU
ADALAH ANTARA DOA MANUSIA YANG MENGINGINKANKU
ATAU DOA MANUSIA YANG MENGINGINKAMU
-TD-
Pada akhirnya aku sadar,
Bawa aku tidak pernah di beri kesempatan untuk membela diriku sendiri
Semua menjadi salahku,
Dan aku hanya perlu diam, mengerti, dan memahami semua
Di atas rasa sakitku
-TD-
—
BAGIAN KE 2 coming soon..

2 Komentar
❣️❣️❣️
Kereennnnnnnnnnnnn