(Kok Susah) Mencari Pemimpin Jujur di Negeri Terkenal Religius – Gayo Lues 2024 Part II
Portal Datiga – Opini, Kemarin ada kawan nyeletuk memberikan penawaran kepada saya, pilih Pemimpin Jujur tapi bodoh, atau pilih Pemimpin cerdas tapi suka curang? Saya tidak memilih satu pun.
Bagi saya kejujuran dan kecerdasan bukanlah dua hal yang harus dikontradiksikan dalam memilih Pemimpin. Jujur dan cerdas harus menyatu dalam diri pemimpin dan itu syarat mutlak, dan begitu juga dengan masyarakatnya harus jujur dan cerdas dalam memilih, kedua-duanya harus saling keterikatan dan keterkaitan.
Dan tidak ada pilihan lain, Pemimpin yang jujur dan cerdas akan melahirkan kesejahteraan, Masyarakat yang jujur dan cerdas akan melahirkan pemimpin yang adil dan bijaksana. Begitu konsepnya.
Tidak ada lagi waktu saling menyalahkan seperti yang dirasakan saat ini, masyarakat pun menyalahkan para calon dan para calon pun menyalahkan masyarakat, kedua pihak ini tetap bersikukuh bahwa semuanya pembohong, dan materialistis.
Jadi akar masalah sudah jelas, berarti selama ini kita sama-sama pembohong dan materialistis dalam ranah politik (Kandidat dan Pemilih). Di mana kita sama-sama menginginkan pembangunan yang megah dan kesejahteraan yang merata dengan cara berbohong dan materialistis, kan gak mungkin?
Kebohongan dan materialistis ini bukan hanya akan sekedar menghancurkan fisik, tapi juga mental kita semua. Bayangkan di negeri yang terkenal religius ternyata tidak mudah menemukan calon pemimpin dan pemilih yang yakin kalau kejujuran akan membawa kemenangan.
Ironinya lagi, saat ini semua calon pemimpin dan pemilih seolah sepakat dan yakin kalau jujur pasti kalah sehingga kalau ingin menang harus sama-sama berbohong dan menggunakan money politik.
Jika ketidakjujuran yang terjadi dalam dunia politik, terus dipertahankan, maka negeri ini akan terjerat pada rantai kebohongan. Karena kemenangan yang diraih dengan ketidakjujuran hanya bisa ditopang oleh ketidakjujuran berikutnya. Dan ini jelas merupakan bencana politik yang harus dicegah.
Tahun 2024 ini adalah momen yang tepat bagi Kabupaten Gayo Lues untuk berbenah diri, para calon kandidat pun harus mengedepankan kejujuran dan konsep pencerdasan, dan begitu juga dengan pemilih harus mengedepankan cerdas dan jujur dalam memilih agar negeri relegius ini betul-betul relegius dan melahirkan pembangunan bermanfaat dan kesejahteraan yang bermartabat.
Inti masalah sudah jelas, kebohongan dan materialistis, jadi mari sama-sama kita berbenah, sama-sama sadar diri, sudah terlalu jauh kita melangkah, hingga kita lupa, bahwa kita ini masyarakat religius di mana barang yang mewah (Cerdas dan jujur) tidak seharusnya kita perjual-belikan.
(Abdi Whienargayo)

Tinggalkan Balasan