Ruang Kreatif Merah Putih Dihidupkan di Gayo Lues, Ekraf Jadi Penggerak Pemulihan Pascabencana
GAYO LUES — Pemulihan pascabencana tidak hanya berbicara tentang membangun kembali infrastruktur. Di Kabupaten Gayo Lues, kreativitas dan potensi lokal didorong menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali ekonomi masyarakat.
Hal itu diwujudkan melalui Aktivasi Ruang Kreatif Merah Putih yang digelar Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif di Bale Pendopo Gayo Lues, Rabu-Kamis, 23-24 September 2026.
Mengusung tema “Peningkatan Kapasitas Ekonomi Kreatif Berbasis Potensi Lokal”, kegiatan tersebut mempertemukan sekitar 80 pelaku ekonomi kreatif yang terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatera pada penghujung 2025.

Program ini menjadi bagian dari rangkaian Ekraf Peduli: Pulih Bersama, Bangkit Berdaya, sekaligus upaya memperkuat kapasitas pelaku usaha agar potensi lokal Gayo Lues dapat kembali bergerak dan memiliki nilai tambah.
Direktur Fasilitasi Infrastruktur Kementerian Ekonomi Kreatif, Fahmy Akmal, mengatakan kehadiran kementeriannya merupakan bagian dari dukungan terhadap percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

“Hari ini kami Kementerian Ekraf hadir dalam rangka Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Alam Sumatera di bawah koordinasi Kementerian Dalam Negeri, dimana Kementerian Ekraf juga bagian dari Satuan Tugas PRR,” ujar Fahmy.
Menurut Fahmy, sektor ekonomi kreatif dapat menjadi salah satu alternatif dalam proses pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana.
Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk menghidupkan kembali ruang-ruang publik sebagai tempat berkumpul, belajar, berjejaring, sekaligus mengembangkan aktivitas ekonomi kreatif.
Bale Pendopo Gayo Lues menjadi salah satu ruang yang diaktivasi. Ke depan, ruang publik lainnya seperti Dekranasda diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan ekonomi kreatif.
Kopi dan Kakao Jadi Potensi Hilirisasi
Bupati Gayo Lues Suhaidi menyambut baik dukungan Kementerian Ekonomi Kreatif tersebut. Ia berharap kerja sama yang telah dibangun dapat berlanjut dalam bentuk pendampingan dan pengembangan pelaku usaha.
“Mewakili Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas perhatian kepada kami, atas berbagai dukungan Kementerian Ekonomi Kreatif dalam proses pemulihan pascabencana ini,” kata Suhaidi.
Ia menegaskan pemerintah daerah akan terus mendorong pelaku ekonomi kreatif yang memiliki komitmen dalam mengembangkan potensi daerah.
Salah satu potensi yang dinilai memiliki ruang pengembangan cukup besar adalah kopi dan kakao.
Suhaidi mengatakan komoditas tersebut tidak cukup hanya dikembangkan sebagai bahan baku. Dengan kreativitas dan inovasi, kopi dan kakao dapat dikembangkan menjadi berbagai produk hilir yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Pemerintah daerah, lanjutnya, juga akan membuka ruang komunikasi dengan para pelaku usaha untuk menggali potensi tersebut.
Pelaku Ekraf Didorong Tidak Berjalan Sendiri
Aktivasi Ruang Kreatif Merah Putih juga menghadirkan praktisi ekonomi kreatif Firmansyah, Co-Founder PT Amanah Karya Indonesia.
Firmansyah berbagi pengalaman mengenai pengembangan usaha berbasis potensi lokal, pemanfaatan kreativitas, inovasi teknologi, serta pentingnya manajemen usaha.
Para peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga diajak berdiskusi dan membangun jejaring. Kolaborasi antarpelaku usaha dinilai penting agar usaha kreatif tidak berkembang secara sendiri-sendiri.
Bagi pelaku usaha, ruang seperti ini juga menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan sekaligus melihat kemungkinan pengembangan produk dari potensi yang selama ini ada di sekitar mereka.
Aisyah, salah seorang pelaku usaha kuliner Gayo Lues, mengapresiasi kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini sangat baik karena membuka wawasan dan menambah pengetahuan kami tentang pengembangan ekonomi kreatif. Harapannya, pendampingan seperti ini dapat terus berlanjut agar masyarakat Gayo dapat semakin mengembangkan potensi lokal menjadi usaha kreatif yang bernilai ekonomi,” ujarnya.
Aktivasi Ruang Kreatif Merah Putih menjadi bagian dari upaya memperkuat kembali aktivitas ekonomi masyarakat Gayo Lues pascabencana.
Bukan sekadar mengaktifkan sebuah ruang, program tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem—mempertemukan pemerintah, praktisi dan pelaku usaha agar potensi lokal dapat diolah menjadi kreativitas, produk, dan peluang ekonomi baru.
(Abdi Whienargayo)

Tinggalkan Balasan