Gayo Lues Perkuat Respons Bencana, BNPB Serahkan Kendaraan, HT dan Perahu Karet
GAYO LUES – Pemerintah Kabupaten Gayo Lues terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana. Kamis (13/8/2026), Pemkab Gayo Lues menerima bantuan peralatan operasional dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mendukung mobilitas, komunikasi, hingga proses evakuasi di lapangan.
Bantuan tersebut terdiri dari 2 unit sepeda motor, 20 unit Handy Talky (HT), dan 2 unit perahu karet. Sarana ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan petugas dalam merespons situasi darurat, terutama di wilayah yang sulit dijangkau dan kawasan yang berpotensi terdampak bencana.
Penyerahan bantuan tersebut diterima Pemerintah Kabupaten Gayo Lues melalui Wakil Bupati Gayo Lues.
Wakil Bupati menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BNPB atas perhatian serta dukungan yang diberikan kepada Kabupaten Gayo Lues.
Menurutnya, dukungan peralatan tersebut sangat berarti bagi daerah yang memiliki karakter geografis berupa kawasan pegunungan, sungai, serta wilayah yang memiliki potensi ancaman bencana.
“Kondisi geografis Gayo Lues membutuhkan kesiapan personel sekaligus peralatan yang memadai. Bantuan ini tentu sangat membantu kita dalam mempercepat penanganan ketika terjadi bencana maupun keadaan darurat,” ujarnya.
Ia menegaskan, bantuan yang diterima Pemkab Gayo Lues bukan sekadar tambahan sarana operasional, tetapi merupakan amanah yang harus dijaga dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat.
“Bantuan ini adalah amanah. Kita berharap alat-alat ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, dirawat dengan penuh tanggung jawab, dan digunakan untuk kepentingan masyarakat, terutama dalam penanganan bencana dan keadaan darurat,” katanya.
Keberadaan dua unit sepeda motor akan mendukung mobilitas petugas menuju lokasi yang sulit dijangkau kendaraan roda empat. Sementara 20 unit HT diharapkan memperkuat komunikasi antarpersonel, khususnya ketika jaringan komunikasi mengalami gangguan akibat bencana.
Adapun dua unit perahu karet dapat menjadi sarana pendukung dalam proses evakuasi masyarakat apabila terjadi banjir atau kondisi darurat lainnya yang berkaitan dengan wilayah perairan.
Wakil Bupati menambahkan, penguatan peralatan harus berjalan beriringan dengan peningkatan koordinasi dan kesiapan sumber daya manusia. Pemerintah daerah bersama BPBD, BNPB, TNI-Polri, relawan, pemerintah kampung, dan masyarakat perlu terus membangun budaya kesiapsiagaan.
“Penanganan bencana bukan tanggung jawab satu pihak. Pemerintah, petugas, relawan dan masyarakat harus saling mendukung. Kita harus semakin siap dan semakin cepat memberikan pertolongan,” tegasnya.
Menurutnya, dalam situasi bencana, kecepatan merupakan salah satu faktor penting dalam menyelamatkan masyarakat.
“Di tengah bencana, setiap menit sangat berarti. Setiap langkah cepat yang kita lakukan bisa menyelamatkan kehidupan,” ujarnya.
Dengan tambahan sarana operasional tersebut, Pemkab Gayo Lues berharap kapasitas penanggulangan bencana di daerah semakin kuat. Bantuan BNPB juga diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun sistem penanganan bencana yang lebih cepat, terkoordinasi, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Gayo Lues tidak hanya dituntut siap menghadapi bencana, tetapi juga harus mampu bergerak cepat ketika masyarakat membutuhkan pertolongan. Bantuan ini menjadi salah satu langkah nyata untuk mewujudkan daerah yang semakin tangguh dan masyarakat yang semakin terlindungi. (AW)

Tinggalkan Balasan