KAMI AKAN HADIR KEMBALI…!! BUPATI ACEH TENGAH ABAIKAN SUARA RAKYAT, PILIH SEREMONIAL DARIPADA DENGAR KELUH KESAH RAKYATNYA YANG MENDERITA
Aceh Tengah, (10/09/2025), puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Gayo ( AMG ) mendatangi Pendopo Kabupaten Aceh Tengah untuk menyampaikan langsung aspirasi rakyat yang sudah memuncak.

dimana yang kami dapatkan dilapangan adalah sebuah penghinaan telak. Bapak Bupati, orang nomor satu yang seharusnya menjadi pelayan rakyat, justru tidak hadir untuk mendengar jeritan hati nurani rakyatnya. Beliau memilih untuk menghadiri acara seremonial lain yang dianggapnya lebih penting.
Ketidakhadiran Bapak Bupati ini adalah bukti nyata dan gambaran sempurna dari sikap pemerintah daerah selama ini: MENGHINDAR, ABSTRAK, DAN TIDAK PEKA terhadap penderitaan yang dialami oleh rakyatnya setiap hari. Tegas. Ilham sekalu Koorlap II AMG.
Kami merasa di sepele kan, kami hadir disini menyampaikan dan mengembangkan amanah yang besar dari hati nurani rakyat yang paling dalam. Jelas.. dan kenapa bapak selaku pemimpin daerah ini menghindar dari kami masyarakat bapak. Tambah Ilham
Kami datang dengan membawa fakta-fakta yang menyakitkan:
1. Inflasi tertinggi yang membuat rakyat menjerit tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok.
2. Pengangguran dimana-mana, sementara Pemda gagal total menciptakan lapangan kerja.
3. Pungli yang sudah menjadi penyakit akut dan dibiarkan merajalela.
4. Kerusakan lingkungan akibat reklamasi dan penebangan liar yang tak terkendali.
Masalah-masalah besar ini butuh kepemimpinan yang hadir, berani, dan mengambil tindakan tegas. Namun, yang kami dapat justru seorang pemimpin yang BERSEMBUNYI DI BALIK ACARA-ACARA SEREMONIAL.
Ketidakhadiran Bapak hari ini bukan sekadar jadwal yang bentrok. Ini adalah STATEMEN POLITIS bahwa aspirasi dan penderitaan rakyat bukanlah prioritas bagi Bapak. Ini adalah bentuk PENGABAIAN yang sangat kami kecam keras!
Oleh karena itu, kami selaku korlap menyatakan:
1. MENGEKSPRESIKAN KECEWA YANG SANGAT MENDALAM atas ketidakhadiran Bapak Bupati. Sikap ini tidak pantas ditunjukkan oleh seorang pemimpin.
2. MEMERINTAHKAN Bapak Bupati. Kami tidak mau diwakili oleh asisten atau staf. Kami ingin pemegang kebijakan tertinggi mendengar sendiri suara kami.
3. Kami tidak butuh janji.Kami butuh tindakan nyata dan kepemimpinan yang berani hadir di garda terdepan menyelesaikan masalah.

Tinggalkan Balasan